Pages

Rabu, 23 Mei 2012

Bagaimana Menghentikan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk merupakan salah satu target perilaku yang ingin diubah ketika kita membuat resolusi awal tahun, tetapi sering kali gagal. Mengganti kebiasaan buruk dengan perilaku baru mungkin terasa sulit, tetapi bukannya tidak mungkin. Berikut ini beberapa saran untuk membantu Anda.

Kategorikanlah Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Anda Dengan Benar

Mungkin sangat mudah bagi Anda untuk menggolongkan masalah Anda yang terus kambuh itu dalam kategori kebiasaan buruk, tetapi penempatan itu belum tentu benar.

Menggigit jari adalah kebiasaan buruk, misalnya, tetapi tidak demikian dengan merokok. Merokok merupakan kecanduan, begitu juga dengan kafein. Anda mungkin menganggap bahwa pemakaian zat-zat tersebut sudah terlalu berlebihan dan menggolongkannya sebagai kebiasaan buruk, tetapi sebenarnya kecanduan sedikit lebih parah daripada kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk adalah hal-hal kecil yang dapat Anda perbaiki dengan beberapa siasat tertentu. Perilaku obsesif dan kecanduan memerlukan usaha yang lebih keras, jadi pastikanlah bahwa Anda berkonsentrasi pada masalah-masalah tersebut secara terpisah dan jangan berusaha menghentikannya dengan begitu mudah seperti yang mungkin dapat Anda lakukan dengan kebiasaan yang sederhana.

Ceritakanlah Kebiasaan Buruk Itu Kepada Orang Lain

Jika Anda menganggap suatu hal sebagai kebiasaan buruk, mungkin kebiasaan itu juga memalukan. Jika Anda menyampaikan kebiasaan Anda tersebut kepada orang-orang lain (dengan asumsi bahwa mereka belum tahu), Anda mendapat dua manfaat baru.

  • Pertama, Anda akan terdorong untuk menghentikannya karena mereka akan menasihati Anda untuk menghentikannya.
  • Kedua, jika mereka memiliki kebiasaan yang sama, mereka mungkin ingin berusaha menghentikannya bersama Anda.

Juga, jika Anda punya beberapa teman yang dapat Anda minta untuk mengawasi kemajuan Anda, Anda akan bertanggung jawab. Semua hal ini dapat mendorong Anda untuk tetap konsisten ketika Anda mencoba menghentikan kebiasaan buruk Anda.

Lakukanlah Perlahan-lahan dan Praktikkanlah Perilaku Baru Anda

Jika Anda pernah mencoba mengurangi makan dan dapat melakukannya dengan baik selama beberapa minggu, namun tiba-tiba tidak dapat menahan keinginan untuk menikmati camilan dan makanan lainnya, Anda akan menyadari bahwa kesanggupan Anda terbatas. Mengubah kebiasaan dapat melelahkan. Perilaku baru butuh usaha untuk mengingat, sehingga membuat Anda frustasi ketika lupa, dan Anda juga butuh energi ekstra untuk berpikir. Kebiasaan-kebiasaan lama lebih mudah dan lebih nyaman bagi Anda, meskipun buruk, karena Anda tidak harus berpikir untuk melakukannya.

Ada dua solusi untuk mengatasinya

Pertama, ubahlah kebiasaan itu perlahan-lahan. Jika Anda mencoba untuk berhenti menggigit kuku, berkomitmenlah untuk berhenti menggigit satu kuku saja setiap minggu. Tambahkan kuku baru yang tidak boleh digigit pada minggu berikutnya, sampai sepuluh kuku itu tidak digigit lagi. Jika Anda khawatir akan lupa pada kuku yang tidak boleh digigit, tandailah kuku tersebut dengan supidol atau cat kuku. Jika Anda melakukannya dengan pelan-pelan, Anda dapat menyesuaikan diri dengan perilaku baru itu dan tidak akan merasa terlalu stres.

Kedua, jika Anda dapat mempraktikkan perilaku baru, maka sebaiknya Anda berlatih sebanyak mungkin. Sementara perhatian Anda terpecah (ketika sedang menonton TV, misalnya), Anda dapat menaruh jari di mulut Anda seperti bila akan menggigit kuku, tapi kemudian Anda menariknya. Ulangilah terus tindakan ini dengan jari yang berbeda untuk beberapa waktu lamanya. Lama-lama Anda belajar suatu memori otot baru: menarik jari-jari Anda ketika Anda akan menggigit.

Trik-trik ini tidak hanya bermanfaat bagi orang yang menggigit kuku, tetapi dapat diterapkan pada semua hal. Meskipun mungkin tampak sedikit aneh, tapi trik-trik ini bisa sangat efektif.

(Diambil dari Internet)

Kamis, 17 Mei 2012

Peran Naposo Bulung HKBP

 1. Pendahuluan 
         Sesuai dengan Aturan Peraturan HKBP tahun 2002 (2.5.a hl.118) yang disebut dengan seksi Pemuda (naposobulung) adalah persekutuan semua pemuda jemaat, laki-laki dan perempuan, yang berusia di atas usia remaja (di atas usia 18 tahun; remaja 12 – 18 tahun) dan belum menikah, serta terdaftar sebagai warga jemaat. “Bungabunga ni Huria”, demikianlah sebutan yang sering kita dengar di tengah-tengah Gereja Huria Kristen Batak Protestan untuk menyebut Naposobulung (pemuda). Sebutan ini tentunya tidak lahir begitu saja dan hanya sebutan kosong; dengan sebutan pemuda sebagai “bunga-bunga ni huria” di dalamnya terkandung harapan dari kehidupan dan kehadiran naposobulung ditengah-tengah jemaat akan tercipta persekutuan yang indah dan menarik yang keharumannya dapat dirasakan dan dinikmati orang-orang di sekelilingnya. Tentu hal tersebut hanya dapat terjadi ketika naposobulung memahami makna dan arti kehadirannya di tengah-tengah jemaat. Sebagai “bunga-bunga ni huria” pemuda juga terpanggil dan diutus untuk berperan serta dalam setiap pelayanan di tengah-tengah jemaat. Menjadi pemuda yang partisipatif, kreatif dan inovatif di tengah-tengah jemaat, bukan pemuda yang harus selalu dilayani atau menuntut pelayanan dari orang-orang di sekitarnya (gereja). Pemuda dengan semua potensi yang dimilikinya merupakan aset berharga yang dimiliki gereja, masyarakat dan negara. Tidaklah berlebihan jika pemuda disebut juga sebagai tiang gereja, masyarakat dan negara; dimana sejarah kebangkitan nasional, dunia, alkitab dan gereja telah membuktikan bagaimana peranan para pemuda yang sangat vital dan bertenaga dalam menyuarakan dan menciptakan perubahan. Sudah saatnya pemuda HKBP bergerak dan menjadi subjek pelayanan, tidak lagi bersifat menunggu dan pasif dalam pelayanan gereja dan masyarakat; pemuda gereja harus menjadi berkat bagi banyak orang. 

2. Gereja Sebagai Tubuh Kristus
            Terang dan Garam Dunia Gereja (persekutuan orang-orang percaya) sebagai Tubuh Kristus di dunia ini adalah orang-orang yang terpanggil dari kegelapan kepada terang yang ajaib di dalam Yesus Kristus. Pemanggilan Allah kepada orang-orang percaya adalah panggilan yang bermuatan tanggungjawab dimana orang-orang percaya terpanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan kepada dunia ini. Dalam rangka tugas panggilan tersebut di tengah-tengah gereja dirumuskan Tri Tugas Panggilan Gereja, yaitu: Persekutuan (Koinonia), Kesaksian (Marturia) dan Pelayanan (Diakonia). Ketiga tugas panggilan gereja ini melekat di dalam diri orang-orang percaya, dalam hal ini termasuk naposobulung. Untuk melaksanakan tiga tugas panggilan gereja tersebut, kepada orang-orang percaya diberikan karunia-karunia atau talenta sesuai dengan pemberian Roh. Semua karunia atau talenta tersebut sama pentingnya, tidak ada satupun diantara karunia itu lebih penting dan lebih utama dari yang lainnya, tetapi semuanya sama-sama penting dalam rangka pembangunan Tubuh Kristus, yaitu jemaat. Dengan karunia atau talenta yang dimilikinya, gereja dan orang-orang percaya memainkan peranannya menjadi terang dan garam di tengah-tengah dunia ini. Kehadiran gereja dan orang-orang percaya harus membawa perobahan ke arah yang lebih baik, mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi lingkungan sekitarnya, membawa damai sejahtera dan sukacita serta memberikan alternatif kehidupan yang lebih baik kepada orang-orang yang Tuhan tempatkan disekitarnya. Seperti apakah peranan pemuda (naposobulung) di dalam tri tugas panggilan gereja tersebut? Seperti telah disebutkan di atas bahwa pemuda adalah generasi penerus gereja, tiang gereja dan bungabunga ni huria mempunyai peranan yang sangat penting sehingga tri tugas panggilan gereja tersebut dalam berjalan secara baik dan maksimal. 

3. Pemuda Dan Persekutuan
               Menjadi Teladan Bagi Generasi di Bawahnya Salah satu dari tri tugas panggilan gereja adalah Koinonia (bersekutu), di gereja HKBP dikenal seksi sekolah minggu, remaja, pemuda, wanita, bapak dan lanjut usia. Di dalam persekutuan inilah terkumpul potensi-potensi yang dimiliki anggota jemaat. Persekutuan sangat menentukan dapat tidaknya pelayanan berjalan dengan baik. Hanya dengan terciptanya persekutuan yang baik maka akan tercipta kerjasama yang baik menyatukan potensi-potensi yang dimiliki untuk mewujudkan tugas panggilan gereja. Oleh sebab itu, dalam hal pemuda memperan serta dalam pelayanan maka harus diciptakan dahulu persekutuan yang baik di tengah-tengah pemuda gereja sehingga persekutuan tersebut menarik bagi orang lain untuk terlibat di dalamnya. Tidak ada ruang untuk mengembangkan kelompok-kelompok yang dianggap penting sedang yang lain hanya penggembira saja, sebab hal yang demikian dapat menimbulkan perpecahan dan pelayanan tidak dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pemuda dalam persekutuannya harus terbuka terhadap kategorial yang lainnnya khususnya kepada kategorial sekolah minggu dan remaja. Pemuda harus menjadi teladan bagi adek-adeknya sekolah minggu dan remaja, bahkan pemuda hendaknya terlibat dalam pelayanan dan pembinaan rohani bagi mereka (menjadi partner kerja majelis), misalnya menjadi guru sekolah minggu atau terlibat dalam pelaksanaan kebaktian-kebaktian atau penelahaan alkitab. Dengan keterlibatan pemuda dalam pelayanan di kategorial sekolah minggu dan remaja (secara khusus kategorial remaja) diharapkan regenerasi persekutuan pemuda dapat berjalan dengan baik. Anak remaja tidak gamang memasuki wilayah pemuda karena dia sedikit banyak sudah mengenalnya. Sebab sering terjadi di tengah-tengah gereja ada masa-masa di mana anggota persekutuan pemuda secara kuantitas sedikit, sedang gereja sudah menamatkan 2 sampai 3 kali pelajar katekhisasi sidi. Kenapa? Karena remaja tadi tidak diperkenalkan lebih dahulu persekutuan pemuda, dia masuk ke persekutuan remaja risih sedang masuk ke persekutuan pemuda ragu-ragu. Untuk mengatasi hal tersebut pemuda harus proaktif memperkenalkan persekutuan pemuda, sehingga remaja-remaja pada waktunya dengan keinginan dan kerinduannya mau melibatkan diri ke dalam persekutuan pemuda; maka terciptalah persekutuan pemuda yang berkesinambungan di tengah-tengah gereja. 

4. Pemuda Dan Kesaksian
             Boan Sadanari (bawa satu orang lagi) Saat ini yang sering dikeluhkan dan dipergumulkan di tengah-tengah gereja HKBP adalah semakin banyaknya generasi muda yang meninggalkan HKBP dan bergereja serta aktif di gereja lain, khususnya aliran kharismatik (sering disebut eksodus atau jajan rohani karena kewargaanya tetap terdaftar di HKBP atau ikut orangtua). Alasan yang sering kita dengar sehingga banyak warga HKBP khususnya pemuda jajan rohani atau eksodus adalah ibadah di HKBP monoton dan pelayanannya tidak menyentuh jemaat. Dibeberapa gereja HKBP, khususnya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, sudah dilakukan ibadah alternatif atau ibadah khusus, dimana dalam ibadah dipakai alat musik yang lebih bersemangat dan dalam ibadah melibatkan jemaat (partisipasi jemaat) sehingga ibadah lebih hidup dan menarik. Dengan ibadah ini diharapkan pemuda gereja kembali lagi beribadah di HKBP. Apakah benar demikian? Mungkin benar tetapi tidak sepenuhnya demikian. Tahun 2008 ini telah di tetapkan HKBP menjadi tahun Marturia (kesaksian) dengan motto: BOAN SADANARI. Di tahun marturia ini, pemuda HKBP hendaknya mengambil peran serta untuk menggalakkan tahun marturia dengan mamboan sadanari (membawa satu orang) pemuda HKBP yang sudah meninggalkan HKBP atau tidak aktif lagi di HKBP kembali ke HKBP. Dalam membawa satu orang lagi tentu pemuda ditengah-tengah persekutuannya harus menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik. Membentuk wadah-wadah yang dapat mengakomodir talenta-talenta pemuda yang selama ini terpendam untuk disalurkan dalam pelayanan di tengah-tengah gereja, misalnya bermain musik, olahraga, menulis cerita/puisi dan lain-lain. Mereka (pemuda) juga dapat dilibatkan di dalam seksi-seksi yang ada di Dewan Marturia di seksi sending dan musik. Artinya pemuda lebih menunjukkan partisipasinya dan keterlibatannya dalam pelayanan sehingga, dia tidak hanya terlibat dalam seksinya saja. Dalam hal ini, diharapkan majelis harus mau membuka ruang bagi partisipasi dan keterlibatan pemuda dalam pelayanan dan membuka pintu untuk pembaharuan yang diinginkan pemuda tanpa harus meninggalkan warna atau ciri khas HKBP dan memperhatikan aturan dan konfessi HKBP.

 5. Pemuda Dan Pelayanan
               turut serta dalam kegiatan sosial Dalam hal kegiatan sosial, sangat banyak yang dapat dilakukan pemuda. Kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan jemaat, khususnya jemaat yang kurang mampu. Pemuda dapat membuka pelatihan-pelatihan di gereja, membuka kursus-kursus sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki dan berguna untuk mencerdaskan jemaat; sebab tidak semua jemaat dapat membiayai anaknya mengikuti kursus-kursus yang memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pada musim ujian akhir (ujian akhir nasional) pemuda dapat juga memberikan bimbingan kepada anak-anak anggota jemaat yang akan mengikuti ujian nasional tersebut. Pemuda harus berperan aktif menciptakan dan membuat gereja menjadi pusat pembelajaran dan pembinaan, sebab pemuda memiliki potensi untuk melakukan hal tersebut. Pemuda juga harus memiliki keprihatinan terhadap tingginya tingkat pengangguran saat ini. Pengangguran yang mengakibatkan semakin banyaknya orang yang miskin, putus asa, dan meningkat pula perbuatan-perbuatan kriminalitas di tengah-tengah masyarakat. Dalam mencermati keadaan ini, pemuda dapat juga berperan membuka jaringan-jaringan kepada perusahaan, instansi atau lembaga tertentu dalam hal informasi mengenai lowongan pekerjaan bagi warga jemaat. Tentu masih banyak lagi pelayanan-pelayanan yang berhubungan dengan sosial yang dapat dilakukan pemuda gereja, misalnya mengunjungi orang sakit anggota jemaat (membentuk tim doa), turut serta dalam kegiatan penghiburan, bahkan membuka pemuda dapat melakukan pengobatan dan pembinaan-pembinaan tentang kesehatan masyarakat, paling sedikit memfasilitasinya.

 6. Penutup Masa muda bukanlah menjadi penghalang bagi kita untuk turut serta dalam pelayanan, memikul tanggungjawab untuk melakukan tri tugas panggilan orang-orang percaya, yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani. Rasul Paulus mengatakan “jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda…” (1 Tim. 4: 12). Masa muda adalah masa yang indah untuk melayani, waktu untuk berkarya dan berbuah bagi Tuhan. Tunjukkanlah bahwa kamu pun bisa dan mempunyai kapasitas untuk di andalkan dalam pelayanan di tengah-tengah gereja dan masyarakat. Kehadiranmu di gereja bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, pelayananmu tidak identik hanya paduan suara (koor) belaka, diluar itu masih banyak yang dapat kamu lakukan dan persembahkan untuk Tuhan. Melayani itulah yang diinginkan Tuhan darimu pada masa mudamu ini. SELAMAT BERKARYA DAN MELAYANI.

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)

uria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah Gereja Protestan terbesar di kalangan masyarakat Batak, bahkan juga di antara Gereja-gereja Protestan yang ada di Indonesia. Gereja ini tumbuh dari misi RMG (Rheinische Missions-Gesselschaft) dari Jerman dan resmi berdiri pada 7 Oktober 1861.

         Saat ini, HKBP memiliki lebih dari 3 juta anggota di seluruh Indonesia. HKBP juga mempunyai beberapa gereja di luar negeri, seperti di Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, Seattle dan di negara bagian Colorado. Meski memakai nama Batak, HKBP juga terbuka bagi suku bangsa lainnya.

          Sejak pertama kali berdiri, HKBP berkantor pusat di Pearaja (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) yang berjarak sekitar 2 km dari Tarutung, ibu kota kabupaten tersebut. Pearaja merupakan sebuah desa yang terletak di sepanjang jalan menuju kota Sibolga (ibu kota Kabupaten Tapanuli Tengah). Kompleks perkantoran HKBP, pusat administrasi organisasi HKBP, berada dalam area lebih kurang 20 hektar. Di kompleks ini juga Ephorus (=uskup) sebagai pimpinan tertinggi HKBP berkantor.

          HKBP adalah anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), anggota Dewan Gereja-gereja Asia (CCA), dan anggota Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD). Sebagai gereja yang berasaskan ajaran Lutheran, HKBP juga menjadi anggota dari Federasi Lutheran se-Dunia (Lutheran World Federation) yang berpusat di Jenewa, Swiss.

         Beberapa sumber mencatat bahwa pengabaran Injil di tanah Batak dimulai semenjak Pendeta Ward dan Pendeta Barton dari Gereja Baptis Inggris meyebarkan injil. Usaha pengabaran Injil di tanah Batak dimulai kembali di tahun 1834 dengan diutusnya Pdt Samuel Munson dan Pdt Henry Lyman dari badan Zending di Boston. Usaha ini mengalami kegagalan di saat kedua missionaris tersebut mati martir di Lobu Pining (Tapanuli Utara). Usaha menginjili tanah Batak sempat terhenti sampai berita mengenai tanah Batak terdengar lagi di Eropa dari hasil ekspedisi seorang Ilmuwan yang bernama Junghun pada tahun 1840. Akibatnya pada tahun 1849 Lembaga Alkitab Belanda mengirim Van der Tuuk untuk mempelajari Bahasa Batak dan hasilnya adalah diterjemahkannya sebagian Alkitab ke dalam bahasa Batak menggunakan aksara Batak. Setelah melihat hasil karya Van der Tuuk, Badan Zending Rheinshe (RMG) mengalihkan konsentrasinya dalam menyebarkan Injil ke daerah Batak degan mengutus Pendeta D.R. Fabri ke sana, sebagian sumber menyebutkan bahwa hal ini disebabkan terhalangnya usaha RMG di Kalimantan.

         Setelah sekian lama melakukan pengabaran Injil, pada tanggal 31 Maret 1861 di Sipirok, akhirnya Pendeta Van Asselt mengadakan Baptisan Kudus pertama bagi orang Batak, yaitu pada Simon Siregar dan Jakobus Tampubolon. Karena wilayah penginjilan yang mulai meluas, pada tanggal 7 Oktober di tahun yang sama di Sipirok diadakan pertemuan antara 4 Missionaris yang membicarakan pembagian wilayah Penginjilan. Hari ini kemudian diperingati sebagai hari kelahiran HKBP. Mereka yang mengadakan rapat itu adalah :Pdt. Heine, Pdt. J.C. Klammer, Pdt. Betz dan Pdt. Van Asselt. Seringkali banyak orang menghubungkan nama HKBP dengan akronim nama mereka, pada hal nama HKBP baru dipakai tahun 1929.

         HKBP ditata mengikuti sistem keuskupan, mirip dengan Gereja-gereja yang menganut sistem episkopal seperti Gereja Katolik Roma, Gereja Anglikan, Gereja Methodis, dll. Pimpinan tertingginya disebut Ephorus. Ephorus HKBP yang pertama adalah Dr. I.L. Nommensen. Saat ini jabatan Ephorus HKBP dipegang oleh Pdt. Dr. B. Napitupulu yang melayani mulai tahun 2004.

 

Kamis, 03 Mei 2012

SUKACITA....

          Sukacita adalah hal yang sudah banyak hilang dari setiap orang saat ini, bahkan banyak orang yang sudah kehilangan sukacita. Banyak orang tidak menganggap penting sukacita yang kita miliki dalam kehidupan. Padahal itu merupakan hal yang sangat penting untuk kita miliki.


          Mungkin kita sudah sering mendengar bahwa ilmu kedokteran juga sudah meneliti bahwa obat paling mujarab untuk menyembukan segala penyakit adalah adanya sukacita didalan hati kita, dan itu sudah banya terbukti dikehidupan sehari-hari. Bahkan Tuhan Yesus juga mengharapkan kita selalu bersukacita dalam setiap pergumulan yang kita hadapi setiap hari.


Filipi 4:4-7
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”


      Oleh karena itu gak ada alasan lagi untuk kita tidak bersukacita. Mungkin memang banyak masalah yang telah menimpah kita, namun apakah gunanya kita bersusah hati? apakah dapat menyelesaikan masalah? Kita tahu bahwa Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita. :')


 Filipi 4:13 
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku


       Semoga teman-teman yang sedang berbeban berat jangan sampai kehilangan sukacita, serahkanlah semua permasalahanmu kepada-Nya, karna Dia hanya sejauh doa..... :)

       

Rabu, 02 Mei 2012

Penyesalan...

     "Penyesalan memang selalu datang terakhir", itulah pepatah yang sering kita dengar dan saya yakin kita semua pernah merasakannya. Peyesalan merupakan akibat yang akan kita rasakan jika kita mengalami hal-hal yang membuat kita merasa tidak seharusnya hal itu terjadi, baik itu sengaja ataupun tidak sengaja kita lakukan, oleh karna kita maupun orang lain, disadari maupun tidak disadari.
      Yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah penyesalan tersebut, namun bagaimana kita menghadapinya dan melakukan sesuatu untuk membayar penyesalan tersebut, kalo kata anak gaul "Move On".
      Banyak anak Tuhan yang menjadi jatuh, tidak percaya diri, bahkan mau melakukan hal-hal yang sangat merugikan dirinya sediri karena sangat menyesal tentang hal yang telah terjadi dalam hidupnya. Baik itu karna permasalahan keluarga, sekolah, tema, dan yang banyak terjadi dikalangan anak muda adalah masalah Cinta....
      Sebenarnya penyesalan seperti peringatan dari Tuhan untuk kita agar dapat melakukan yang terbaik kedepannya, kita masih diberikan kesempatan untuk mengubah hal-hal buruk yang pernah kita lakukan sehingga kita dapat berubah menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya sehingga kita semua menjadi anak-anak Tuhan yang baik.. :) Coba Tuhan gak ngassih kesempatan buat kita untuk menyesali semua perbuatan-perbuatan kita, apa kita bisa berubah?
      Tuhan tahu seluruh isi hati kita dan tahu benar batas kemampuan kita sehingga dia tidak akan memberi cobaan yang lebih dari kemampuan kita. 
      Disini saya tidak ingin untuk menggurui, tapi cuma berbagi dari pengalaman tersendiri. Semoga teman-teman jangan jatuh kedalam luubang yang sama, kita harus bisa bangkit dan melakukan yang terbaik bagi semua orang, karna kita diciptakan-Nya untuk menjadi terang.... ;)

God bless u all friend..... :')